Sabtu, 25 April 2009

Wisata SEO Sadau

Sudah 25 hari saya tinggal dan bekerja di Palangka raya. Sampai saat ini belum terpikirkan untuk mencari tempat tinggal ataupun berencana membawa keluarga di kota Palangkaraya tercinta ini. Belum ada!, jangankan Saudara, sanak family ataupun handai taulan yang ada di "Bumi Tambun Bungai", hanya rekan senasib sebagai perantauan. Dimata Tuhan kita semua adalah saudara. Saudara itu bukan hanya sebatas hubungan darah, Teman-teman seperjuangan kita yang memiliki dedikasi, kebersamaan, kemitraan bahkan melebihi hanya sekedar saudara. Makanya ...cari saudara sebanyak-banyaknya, bukankah banyak saudara banyak rejeki!?.
Untuk mengisi waktu diakhir pekan terkadang saya masih tetap di depan komputer. Entah Dengan YM untuk ngobrol tentang apa saja, kebetulan obrolan itu sampai ke masalah Blog kompetisi dengan SEO. Informasi ini kami peroleh dari rekan Your Id yang memberikan racun untuk berjuang mempopulerkan wisata di pulau Sadau yang terletak di Tarakan Kalimantan Timur. Terus terang saya belum bisa bercerita tentang lokasi ini, tapi berbekal rasa penasaran....saya cari tau!?. Kata kunci adalah "wisata seo sadau" ini dapat berarti kata "seo", "sadau" bisa juga di gabung "seo sadau"....
Untuk mengikuti kompetisi ini diwajibkan untuk memberikan link kepada seponsor dengan tajuk Lowongan Kerja Kaltim, Bisnis Online dan Komunitas Blogers Tarakan.

Wah...tertarik juga nih, bukan karena hadiahnya tapi ingin mengukur kemampuan sampai di mana kekuatan SEO, dan bagaimana menyiasatinya, karena dalam 2 hari kebelakang saya juga sedang mencoba dengan key word "pnpm kalteng" ternyata menyodok urutan ke 3 di google. Minimal iseng-iseng berhadiah gitu.....
Mari kita lihat hasilnya sampai 17 Agustus 2009 yang akan datang, selamat berjuang kawan-kawan


Kamis, 23 April 2009

Karakter Leader


Pada tanggal 11 April – 12 April 2002 para Top Eksekutif Internasional dari berbagai jenis perusahaan datang berbondong-bondong untuk menghadiri sebuah forum diskusi leadership yang diadakan oleh Harvard Business School. Rangkuman hasil diskusi tersebut diberi judul, “Does Spirituality Drive Success?” yang artinya, apakah spiritualitas bisa membawa seseorang pada keberhasilan?
Mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal yitu:
  1. Integritas atau kejujuran
  2. Energi atau semangat
  3. Inspirasi atau ide dan inisiatif
  4. Wisdom atau bijaksana, serta
  5. Keberanian dalam mengambil keputusan.
Dalam buku laris The Milionaire Mind karya penulis Thomas Stanley, dijabarkan sebuah jajak pendapat yang diadakan dengan melibatkan 733 multimillionaire. Ketika diminta mengurutkan beberapa faktor yang dianggap paling berperan dalam keberhasilan seseorang, ia menyebutkan lima faktor yaitu:
  1. Jujur kepada semua orang
  2. Menerapkan disiplin
  3. Bergaul baik dengan orang lain
  4. Memiliki suami atau istri yang mendukung
  5. Bekerja lebih giat daripada kebanyakan orang

Berdasarkan hasil survey internasional yang dilakukan oleh James M. Kouzes dan Barry Z. Pstner pada tahun 1987 dan 1993, mengenai karakter para CEO yang sukses, diterangkan bahwa pada umumnya mereka memiliki karakter sifat sebagai berikut: jujur, mampu memberi inspirasi, adil, suka mendukung, mampu bekerjasama, memiliki empati dan kepedulian, loyal danmandiri. Energi inilah yang telah berhasil mengangkat mereka menjadi CEO-CEO kelas dunia.

Institute Teknologi Carnegie telah menganalisa catatan tentang “kesuksesan” terhadap 10.000 orang, dan sampai pada kesimpulan bahwa :

  1. 15% kesuksesan tercapai berkat latihan teknik, kemampuan berpikir pada otk dan keterampilan dalam bekerja, dan
  2. 85% sukses diraih karena faktor-faktor kepribadian.

Selasa, 14 April 2009

Pembentukan Propinsi Daerah Kalimantan Tengah

Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Tengah dan perubahan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur junto Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dan Perubahan Undang-undang Nomor: 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 35) sebagai Undang-undang. Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah adalah Pahandut, kemudian dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah diubah menjadi Palangkaraya.

Selanjutnya dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 22 Desember 1959 Nomor Des.52/12/2-206 kedudukan Pemerintah Daerah
Propinsi Tingkat I Kalimantan Selatan, yang semula berkedudukan di Banjarmasin, pindah ke Palangkaraya. Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 3 kabupaten yaitu Kabupaten Barito, Kapuas dan Kota Waringin.

• Berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.
• Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapraja Palangkaraya. Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah terdiri dari 1 (satu) Kota dan 5 (lima) Kabupaten.

Pemekaran Kabupaten/Kota
Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Provinsi Kalimantan Tengah dimekarkan menjadi 1 Kota dan 13 Kabupaten yaitu :
• Kabupaten Barito Utara dengan Ibukota Muara Teweh;
• Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu;
• Kabupaten Barito Selatan dengan lbukota Buntok;
• Kabupaten Barito Timur dengan lbukota Tamiang Layang;
• Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Ibukota Pangkalan Bun;
• Kabupaten Sukamara dengan lbukota Sukamara;
• Kabupaten Lamandau dengan Ibukota Nanga Bulik;
• Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Ibukota Sampit;
• Kabupaten Seruyan dengan lbukota Kuala Pembuang;
• Kabupaten Katingan dengan Ibukota Kasongan;
• Kabupaten Kapuas dengan Ibukota Kuala Kapuas;
• Kabupaten Gunung Mas dengan Ibukota Kuala Kurun;
• Kabupaten Pulang Pisau dengan Ibukota Pulang Pisau;

di copy/paste dari sumber : Depdagri

Kamis, 09 April 2009

Merajut Peluang, Tantangan & Harapan

Kesempatan datangnya tidak 2 Kali
Ini mungkin tidak berlaku untuk kesempatan yang datangnya dalam kehidupan aku. Peluang yang di konfirmasi untuk mobilisasi & difasilitasi perusahaan untuk siap di tempatkan ke lokasi di seluruh Propinsi di Indonesia. Peluang/ kesempatan saja tidak cukup,diperlukan tekad,kemampuan, dan pengalaman untuk menjadi anggota team kerja. Perjalanan dengan Pesawat udara merupakan pengalaman tersendiri, Dengan Taxi 1 jam sebelum jam penerbangan sudah harus siap di Bandara A. Yani Semarang. Ada aktivitas kecil yang harus diselesaikan berkaitan dengan administrasi ticket, saya harus update nama karena ada kesalahan mengenainya.
Take off Pukul 06:05 sampai Jakarta tepat 07:05 untuk transit dan penerbangan ke kota Palangkaraya pukul 08:05. Sampai di Bandara Tjilik Riwut pukul 09:40 sesuai rencana, kali pertama kaki menginjakan di kota "Bumi Tambun Bungai" dan disambut/ dijemput teman sesama Konsultan. Kota Palangkaraya merupakan Ibukota di propinsi kalimantan tengah. Kota ini asri dan terlihat sangat rapi tata kota dan jalan-jalan sangat bersahaja.
Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah provinsi terluas ketiga di tanah air, dengan luas 153.564 kilometer persegi atau 1,2 kali luas Pulau Jawa apa nggak luas tuh...?. Secara administratif, Provinsi Kalteng terdiri dari 13 Kabupaten dan satu Kota, yang terbagi menjadi 95 Kecamatan dan 1.363 Desa atau Kelurahan. Penduduk Kalteng berjumlah sekitar 2 juta jiwa.

Orientasi SDM untuk mengelolanya jangan hanya terpaku di wilayah tertentu, di wilayah NKRI ini masih sangat-sangat luas. Pepatah jawa "Mangan ora mangan kumpul" harus di rubah menjadi "Kumpul ora kumpul Mangan". Ingat gurauan dari teman kontributor TV Swasta lebih enak lagi klo "Mangan sing Akeh, yo tetep kumpul" ha..ha...ha..Sebagai contoh Team kami membuka lowongan untuk posisi ... dari kandidat yang masuk, kurang menggembirakan terutama dari kualisifikasi. Bahkan dari diskusi dengan rekan Team, untuk mencari kandidat yang Fresh Graduate dari Pulau Jawa saja masih susah. Yang katanya Kalimantan Tengah Jauh...?!. Siapa bilang jauh dengan perkembangan teknologi, komunikasi, transportasi waktu dan tempat bukan menjadi halangan, buktinya Semarang-Jkt-Palangkaraya hanya 3-4 Jam. Telepon 3G, internet, teleconsferen, YM, Skype, atau ICQ bisa jadi alternatif untuk kita merasa tidak jauh lagi.

Terkait dengan Tugas Pokok, Wewenang dan Tanggung jawab dalam Konsultan Nasional diatur dalam:
Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 Tentang "Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan"
a. Bahwa kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematis, terpadu dan menyeluruh, dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat;
b. Bahwa penaggulangan kemiskinan merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan kesepakatan global untuk mencapai Tujuan Pembanguan Millinium;
c. Bahwa untuk meningkatkan koordinasi yang meliputi sinkronisasi, harmonisasi dan integritas berbagai program dan kegiatan penaggulangan kemiskinan, perlu dilakukan penguatan kelembagaan yang menangani koordinasi penanggulangan kemiskinan baik di tingkat Pusat maupun Daerah dengan menyempurnakan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan;
d. Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut pada huruf a, huruf b, dan hurf c, dipandang perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan.

Semakin yakin bahwa Indonesia masih membutuhkan orang-orang yang ingin mengabdikan diri pada pemberdayaan masyarakat, Apabila kita membaca, mengucapkan, mendengar kata "Kemiskinan" pikiran dan konotasi kita jadi gimana gitu....lebih mengena dihati mungkin kata "Kesejahteraan" dimana auranya lebih positif...(ini opini pribadi kalo boleh dirubah menjadi "Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan" ) .

Palangkaraya,
Kalimantan Tengah

Kamis, 29 Januari 2009

Coca Cola dalam Renungan

Coca cola dalam renungan (Sudah tepatkah keberadaan anda sekarang?)

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya yang diberi harga Rp.4.000,00.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp.60.000,00.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil-kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.


"Bersungguhlan saat harapan Anda kecil. Lebih bersungguhlah saat Anda mungkin kalah, dan makin bersungguh-sungguhlah saat Anda tidak mungkin menang. Itulah Iman."


Senin, 17 November 2008

Ngudo Roso "Salam"

Halo...Apakabar?...
Holo...Sudah Makan?...
Halo...Aman?...
Halo...Agus,...agus,..agus

Ungkapan diatas merupakan pertanyaan yang mengungkapkan bagaimanakah keadaan kita, bisa saja menanyakan khabar karena lama tidak bertemu kemudian bisa saling cerita mengenai kita sekarang. Kebiasaan ini menjadi standar awal memulai/ membuka pembicaraan yang membudaya di Indonesia.
Dulu saya sempat akrab dengan ekpatriat yang berasal dari India, untuk mengucapkan salam "Halo Apakabar " dia harus belajar...kalimat yang sering dia ucapkan bila bertemu..."Halo Sudah Makan?" Saya sedikit berfikir, apakah budaya disana menanyakan salam dengan menanyakan sudah makan itu dilatar belakangi banyak manyarakat yang kelaparan sehingga setiap ketemu Makan merupakan prioritas utama?... (ini oponi pribadi tanpa maksud merendahkan masyarakat India). Atau Mungkin bila di Palestina atau di jalur Gaza salam yang sering muncul bila ketemu kawan pertanyaannya "Halo...Aman?", hal ini dilatar belakangi pergolakan di sana sehingga prioritas utama adalah keamanan.
"Halo Agus" Klo ini penggalan iklan salah satu operator seluler di negeri kita, menggambarkan bahwa telepon ke luar negeri sekarang lebih murah.

Sebagai contoh lain; Tung Dasem Waringin memiliki salam "Dahsyat", atau Mario Teguh dengan "Manusia Super", bahkan Pak de saya salamnya "Nyuwun Sewu". Anak-anak muda mengacungkan 2 jari "Salam Peace", Sebagian penggemar musik planet, trash membanggakan 3 jari "salam metal". Masih ingat Pak Ogah?.. salamnya "Cepek Dulu dong", karena perkembangan jaman nilai uang seratus nilainya turun harus ditingkatkan ntarifnya menjadi
"Gopek/Gojing Dulu dong" .... Pak Haji atau kaum muslim selalu ber uluk salam " Assalum'alaikum"....
Ponakan saya yang kasmaran sama rekan sekelasnya, salamnya membuat berbunga-bunga "Salam Manis", Salam Sayang", "Salam Rindu" dan "salam Kompak"
Ada salam yang lain yang mau di tambahkan?

Salam juga merupakan salah satu senjata Marketer 3S (Senyum, sapa, salam) untuk menjaring custome/konsumen/ Calon Nasabah. Bahkan Salam sebagai bagian dari (Corporate Culture)
budaya perusahaan yang harus di lestarikan. Coba Telepon ke Perusahan yang menerapkan budaya kerja, operator/ penjawab telepon akan terdengar salam yang khas.

Dengan spirit yang sama...Salam merupakan bentuk harapan yang harus diwujudkan meski lewat ekspresi
Saya mengucapkan salam bila ditanyakan Apakabar?....
jawabnya....LUAR BIASA,

bahkan Yel...yel penyemangat dapat menambah Energi yang tidak terbantah
MULUS PASTI BISA,
MULUS HARUS BISA,
MULUS RUAR BIASA...(Saking Luar Biasanya)


Salam, bisa di sampaikan bila bertemu dengan teman sejawat/ rekan kerja, atasan maupun customer kita "Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam Pak/ Bu!?". Salam saudara kita dari batak "Horas"..., dari Sunda "Punten" dll.
Jadi Ingat Rekanku dulu bila Telepon belum diangkat salamnya " Halo!, hola!, haol!, hoal, laho!," kalimat Halo di bolak balik sampai di tutup sendiri teleponya. Pernah juga suatu ketika atasan yang memiliki budaya berbeda, marah di telepon. pasalnya saat mencari rekan sejawat yang di butuhkan si Bos sulit menghubunginya, ketika mencari di ruang kerja dengan phone yang menjawab dengan ramah "Halo Selamat siang?!".
Dengan nada marah berucap "Tidak ada selamat, Pagi/ Siang/ Sore/ Malam" Saya mau si S menghadap saya! brak...tutup telepon.
Ada juga tidak Siang/ Sore/ Malam, setiap waktu salamnya "selamat pagi" hal ini untuk membuat semangat karyawan bahwa pagi identik dengan produktivitas. Tapi Jangan salah...., Tetangga saya Produktivitasnya malah malam hari....he..he...la gimana maunya ingin punya anak lagi sih...Atau kawan saya?...hari kerja Pagi s/d sore ngantor, malam internetan dirumah/ warnet main forex dan mengelola inetrnet marketing.

Jangan karena ikut Seminar, masuk ke Camp-camp Motivasi, dan seolah-olah menemukan Jalan hidup kita bahkan menjadi pilihan hidup dan merubah menjadi lebih baik. belum tentu...!?
Saya salah satu orang yang percaya bahwa sukses dapat di poroleh karena sikap positif dan hubungan antar manusia dan 15%nya karena keahlian teknis. Sebagai bukti sikap positif saya sungguh beruntung, di mana beruntung bertemu dengan orang-orang yang membuat kita lebih baik...
Ya dengan tidak melewatkan belajar....seminar, Motivasi, dan Mentoring....he..he...

Salam luar biasa!!!

Jumat, 03 Oktober 2008

Deja vu

Sulit untuk, mengungkapkan apa yang sedang saya pikirkan saat ini, dimana tidak terasa sudah menapaki perjalanan dari Peusahaan satu ke perusahaan yang lainya. Deja vu mungkin kata yang tepat untuk mewakili gejolak yang ada dalam benak ini. Apa yang sudah dapat ditorehkan dari perubahan hidup yang ingin dicapai?....
banyak catatan yang harus dimaknai dimana keniscayaan itu akan terwujud.
Pepatah ”Roda itu berputar” Sering terdengar dan tidak asing ditelinga kita, dan ternyata memang kenyataan didalam kehidupan ini kadang bisa diatas dan terkadang bisa dibawah (kapan kita bisa di porosnya?). Demikian juga dalam profesi hidup, ada pedagang sukses yang, dengan tiba-tiba harus memulai lagi dari nol…bahkan minus. Ada yang dari pegawai bank putar haluan menjadi programmer ataupun sebaliknya. Yang programmer ingin menjadi pengusaha, bahkan 2 profesi tersebut sekaligus disandang. Yang paling aktual Bank Tertua di Wall Street dan merupakan perusahaan sekuritas terbesar ke-4 AS akhirnya harus rontok...dll. Dari peristiwa-peristiwa diatas sebenarnya ada sebab atau alasan yang minimal ada penjelasan sehingga dapat diterima dalam pemikiran kita, sebagai gambaran
Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya dalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tingkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini. Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software.
Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat. Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules. Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/ tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing.
Orang meninggalkan manajer/ direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules. Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/ direktur Anda terlebih dahulu.
Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya. Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan
mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas.
Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti-biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu. Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu.
Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji.
Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan,...atau rekan kerja)?

Link:Orang Brengsek Guru Sejati

CV Database Hub Platform Digital

Platform digital untuk mempermudah pelamar kerja dan konsultan ahli dalam menyusun biodata, mengunggah berkas, serta menyesuaikan CV standar...